Rabu, 03 Desember 2014

LAPORAN AKHIR KKN

LAPORAN PELAKSANAAN KULIAH KERJA NYATA
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
(PERIODE JULI – AGUSTUS TAHUN 2014)


DESA : KERTEN   
KECAMATAN   : GANTIWARNO
KABUPATEN : KLATEN

           


DISUSUN OLEH:

NAMA

ANNISA NIRMALA
DEWI NUR  K
DEWI KHOIRUN N
EKA AHMAD M P
GALIH PRISMASARI
ITA TRI LESTARI
HUSNIA LULUK F
LENY ROSITA SARI
TRI WIRYANTO
NIM

E0011027
G0011071
G0011070
K4611036
K3311032
K7111097
E0011158
K7411087
K5111063
FAKULTAS/ JURUSAN
ILMU HUKUM
FK/ P. DOKTER
FK/ P. DOKTER
FKIP /POK
FKIP /MIPA
FKIP /PGSD
ILMU HUKUM
FKIP /IPS
FKIP /IP








KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIT PENGELOLA KULIAH KERJA NYATA
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
2014



PENINGKATAN PENDIDIKAN


Oleh:

NAMA

ANNISA NIRMALA
DEWI NUR  K
DEWI KHOIRUN N
EKA AHMAD M P
GALIH PRISMASARI
ITA TRI LESTARI
HUSNIA LULUK F
LENY ROSITA SARI
TRI WIRYANTO
NIM

E0011027
G0011071
G0011070
K4611036
K3311032
K7111097
E0011158
K7411087
K5111063
FAKULTAS/ JURUSAN
ILMU HUKUM
FK/ P.DOKTER
FK/ P. DOKTER
FKIP /POK
FKIP /MIPA
FKIP /PGSD
ILMU HUKUM
FKIP /IPS
FKIP /IP


Disetujui Oleh:
Dosen Pembimbing Lapangan,



        Ida Nugroho saputro, ST, M.Eng.
NIP19770902200501 1001


Mengetahui:

Kepala Desa,                                                  Kepala UPKKN LPPM
                                                                      Universitas Sebelas Maret



( SARTA, A.M.Pd )                                             Dr.Sc. Agr. Rahayu, SP.,MP.
Desa                : Kerten                                           NIP. 197505292003121001
Kecamatan     : Gantiwarno





Text Box: i
 

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami haturkan kepada Allah SWT.Karena atas rahmat dan karunia-Nya kami dapat melaksanakan KKN Tematik di Desa Kerten, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten, sehingga kami dapat menyusun laporan pelaksanaan kegiatan KKN ini. Shalawat serta salam semoga selalu tercurah limpah kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW.
            Laporan ini dibuat berdasarkan hasil observasi dan wawancara kepada Kepala Desa dan jajarannya serta sebagian tokoh masyarakat yang dapat memberikan informasi mengenai aspek-aspek pemetaan sosial dengan basis pendekatan partisipasi masyarakat (PRA).Kami juga melakukan pendekatan secara langsung kepada masyarakat sekitar.
Dalam penyusunan laporan ini kami mendapatkan banyak bantuan dari berbagai pihak, maka dari itu sudah selayaknya kami mengucapkan terimakasih kepada:
1.      Kepala Desa Kerten beserta jajarannya,
2.      Tokoh masyarakat Kerten.
3.      Semua masyarakat Desa Kerten.
Dalam penyususnan laporan ini tentunya masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan saran kritik yang membangun untuk perbaikan penyusunan selanjutnya. Semoga laporan ini memberikan manfaat bagi yang membaca dan bagi kami sebagai penyusun pada khususnya.


Klaten. 20 Agustus 2014


Penyusun





Text Box: ii
 




DAFTAR  ISI
                                                                                               
                                                                                                                            Halaman
Halaman Pengesahan........................................................................................          i
Kata Pengantar..................................................................................................         ii
Daftar Isi...........................................................................................................          iii
BAB I. PENDAHULUAN..............................................................................          5
A.    Gambaran Umum Lokasi KKN...........................................................           5
B.     Maksud dan Tujuan Laporan................................................................          5
C.     Program Pembangunan Yang Telah Ada Di Lokasi............................           6
D.    Metode dan Sistematika Pembahasan..................................................          8
BAB II BIDANG PERMASALAHAN DI LOKASI....................................                      10
A.    Pendidikan, Agama, Ekonomi, dan Sosial Budaya.............................           10
B.     Prasarana dan Sarana...........................................................................           12
C.     Produksi..............................................................................................            12
D.    Kesehatan dan Kebersihan Lingkungan..............................................           13
E.     Administrasi dan Pemerintahan Desa..................................................           13
BAB III. REALISASI  KEGIATAN MAHASISWA KKN...........................        15
A.    Kegiatan Mandiri (Kegiatan masing-masing individu).......................            15
1.      Bidang Kegiatan yang dipilih........................................................           15
2.      Maksud, Tujuan dan Sasaran yang ingin Dicapai.........................            15
3.      Hasil yang Dicapai dan Tindak Lanjut.........................................            15
4.      Faktor Pendukung dan Penghambat..............................................           15
B.     Kegiatan Kelompok ...........................................................................            32
1.      Bidang-Bidang Kegiatan..............................................................                        32
2.      Hasil yang Dicapai dan Tindak Lanjut.........................................            33
3.      Partisipasi Masyarakat dan Peran serta Pemda/Dinas/ Instansi....            33
4.      Kegiatan Yang Belum Terlaksana................................................            33
BAB IV. PENUTUP......................................................................................                        34
A.    Kesimpulan.........................................................................................            34
B.     Saran-Saran........................................................................................             34
LAMPIRAN.................................................................................................              35
A.    Jadwal Kegiatan/ Program Kerja/ Matrik Jadwal Kegiatan..............              35
B.     Peta Desa Lokasi KKN.....................................................................             37
C.     Rekapitulasi Biaya Pelaksanaan Kegiatan........................................              38
D.    Struktur Organisasi Pemerintahan Desa...........................................              58
E.     Dokumentasi kegiatan......................................................................              59




Text Box: iii
 


BAB I. PENDAHULUAN

A.    Gambaran Umum Lokasi KKN
Secara geografis Kabupaten Klaten terletak diantara 110o30'-110o45' Bujur Timur dan 7o30'-7o45' Lintang Selatan. Luas wilayah kabupaten Klaten mencapai 665,56 km2. Di sebelah timur berbatasan dengan kabupaten Sukoharjo. Di sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Gunungkidul (Daerah Istimewa Yogyakarta). Di sebelah barat berbatasan dengan kabupaten Sleman (Daerah Istimewa Yogyakarta) dan di sebelah utara berbatasan dengan kabupaten Boyolali.
Menurut topografi kabupaten Klaten terletak diantara gunung Merapi dan pegunungan Seribu dengan ketinggian antara 75-160 meter diatas permukaan laut yang terbagi menjadi wilayah lereng Gunung Merapi di bagian utara areal miring, wilayah datar dan wilayah berbukit di bagian selatan. Ditinjau dari ketinggiannya, wilayah kabupaten Klaten terdiri dari dataran dan pegunungan, dan berada dalam ketinggian yang bervariasi, yaitu 9,72% terletak di ketinggian 0-100 meter dari permukaan air laut. 77,52% terletak di ketinggian 100-500 meter dari permukaan air laut dan 12,76% terletak di ketinggian 500-1000 meter dari permukaan air laut.
B.     Maksud dan Tujuan Laporan
            Tujuan dari penyusunan laporan  ini adalah:
1.      Mahasiswa dapat memberikan informasi kepada orang lain.
2.      Mahasiswa memberikan aksesibilitas Universitas Negeri Sebelas Maret kepada masyarakat dan meningkatkan kerjasama dengan stakeholder.
3.      Pihak UPKKN bisa memberikan tema yang tepat sebagai kelanjutan dari program KKN ini
4.      Mahasiswa dapat meningkatkan wawasan, kepekaan, empati, sikap dan perilaku.
5.      Mempublikasikan segala hal yang ada pada lokasi KKN kepada masyarakat luas.
6.      Sebagai pertanggung jawaban dari tugas yang telah diberikan.



C.     Program Pembangunan Yang Telah Ada Di Lokasi
Program Desa diawali dari musyawarah Dusun yang dilanjutkan ke musyawarah Desa yang dihadiri oleh tokoh-tokoh masyarakat, tokoh Agama, RT / RW, Pemerintah Desa beserta BPD dalam rangka penggalian gagasan. Dari penggalian gagasan tersebut dapat diketahui permasalahan yang ada di Desa dan kebutuhan apa yang diperlukan oleh masyarakat sehingga aspirasi seluruh lapisan masyarakat bisa tertampung. Berikut program – progam desa kerten yang sudah ada :
1.      Program peningkatan kemampuan dan profesionalisme aparat pemerintah desa yaitu Kepala Desa dan Perangkat Desa, serta Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dilaksanakan dengan kegiatan :
a.       Peningkatan disiplin aparat pemerintah desa;
b.      Pembinaan aparat pemerintah desa;
c.        Rapat koordinasi aparat Pemerintah Desa bersama Badan Permusyawaratan Desa dengan SKPD Kabupaten, Camat, atau UPT Dinas Kecamatan;
2.      Program tata kelola pemerintahan yang baik, serta mewujudkan kerjasama yang baik antara pemerintah desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sesuai tugas pokok dan fungsinya masing-masing, dilaksanakan dengan kegiatan:
a.       Pengisian kekosongan perangkat desa;
b.      Reorganisasi Badan Permusyawaratan Desa;
c.        Pemilihan Kepala Desa;
d.      Penyusunan dan penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Desa pada setiap akhir tahun;
e.       Penyusunan Peraturan Desa tentang Kewenangan Desa.
3.      Program peningkatan kualitas pelayanan umum kepada masyarakat, dilaksanakan dengan kegiatan:
a.       Memberikan pelayanan administrasi secara secara cepat, tepat dan transparan;
b.      Memberikan layanan komunikasi dan informasi kepada masyarakat;
c.       Pengadaan papan informasi;
d.      Pemeliharaan gedung kantor desa (kebersihan, pengecatan dan rehab kecil).
4.      Program peningkatan ketertiban dan keamanan desa, dilaksanakan dengan kegiatan:
a.       Ronda malam dimasing-masing lingkungan RT;
b.      Pemantauan penduduk pendatang oleh petugas Linmas setiap hari secara bergilir;
c.       Pengadaan pakaian seragam Satgas Linmas.
5.      Program peningkatan fasilitas dan pemberdayaan potensi ekonomi kerakyatan melalui sektor pertanian, dilaksanakan dengan kegiatan:
a.       Pembangunan jalan usaha tani
b.      Pembangunan Jalan Dusun
c.        Pembangunan Jalan Desa
d.      Pelatihan budidaya pertanian, ternak dan perkebunan.
6.      Program pembangunan dan pemeliharaan fasilitas pendidikan, dilaksanakan dengan kegiatan:
a.       Pemeliharaan gedung dan fasilitas lain Taman Kanak Kanak;
b.      Bantuan keuangan untuk kemajuan pendidikan TK;
c.       Bantuan keuangan untuk kemajuan Majlis Pendidikan Al Qur’an.
7.      Program peningkatan upaya kesehatan masyarakat, dilaksanakan dengan kegiatan:
a.       Pembinaan dan pengembangan posyandu balita;
b.      Pembinaan dan pengembangan posyandu lansia;
c.       Pembinaan Keluarga Balita, Remaja dan Lansia.
8.      Program pelestarian budaya dan adat istiadat desa, dilaksanakan dengan kegiatan:
a.       Pembinaan dan pengembangan kelompok kesenian tradisional;
b.      Pembangunan dan pemeliharaan Gedung Kesenian;
c.       Pentas seni tradisional;
d.      Peringatan Hari Besar Nasional, Hari Besar Keagamaan, serta budaya dan adat istiadat desa;
9.      Program penyelamatan lingkungan hidup, dilaksanakan dengan kegiatan:
a.       Penanaman tanaman keras.
10.  Program peningkatan kualitas iman dan ketaqwaan umat beragama serta fasilitas keagamaan, dilaksanakan dengan kegiatan:
b.      Pengajian secara rutin;
c.       Perbaikan dan pemeliharaan tempat ibadah;
D.    Metode dan Sistematika Pembahasan.
Dalam suatu rangkaian pelaksanaan kegiatan tidak akan terlepas dari metode yang digunakan, hal ini terkait dengan keberhasilan yang ingin dicapai dengan menentukan metode yang tepat sesuai dengan masalah.
Sesuai dengan tujuan tersebut, maka metodologi KKN adalah sebagai Berikut :
a.       Tempat
Kegiatan KKN ini akan dilaksanakan di Desa Kerten dan Desa Jogokrayan Kecamatan Gantiwarno Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
b.      Waktu pelaksanaan
Kegiatan KKN ini akan dilaksanakan selama 6 minggu, mulai Juli – Agustus  2014.
c.         Survey Lokasi
Survey lokasi dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kondisi nyata (potensi desa) dari lokasi KKN serta untuk menentukkan program sementara yang nantinya akan dilaksanakan pada waktu kegiatan KKN berlangsung.
d.        Kegiatan KKN
Program pemberdayaan melalui kegiatan KKN-PPM ini sejauh mungkin melibatkan masyarakat sasaran dalam pelaksanaannya atau dengan menggunakan metode Participatory Rural Appraisal (PRA). PRA adalah suatu metode yang menempatkan masyarakat sebagai subyek, perencana, pelaksana, sekaligus sebagai penilai dalam program pemberdayaan sehingga tim KKN dan stakeholder yang terlibat sebagai fasilitator dan  masyarakat sebagai pelakunya (Sidu, 2006). Kegiatan KKN yang akan dilakukkan dibagi menjadi 2 kegiatan, yaitu kegiatan utama dan kegiatan penunjang.
e.         Evaluasi kegiatan KKN
Monitoring dan evaluasi selain dilakukan oleh DPL, sesuai dengan metode pemberdayaan maka juga dilakukan oleh pihak masyarakat. Monitoring DPL dilakukan melalui kunjungan lapangan (4 kali selama pelaksanaan) pada awal, pertengahan serta akhir program . Evaluasi DPL bersama-sama masyarakat dilaksanakan pada pertengahan dan akhir kegiatan melalui FGD. Monitoring dan evaluasi penting untuk dilaksanakan untuk mengetahui apakah kegiatan dapat berjalan sesuai rencana, tercapai tujuan dan target yang telah ditetapkan.

Sistematika Pembahasan dalam penyusunan Laporan ini terdiri dari beberapa bagian.
Bab 1 Pendahuluan berisikan tentang Gambaran umum lokasi KKN, maksud dan tujuan laporan, program yang telah ada dilokasi, serta metode dan sistematika pembahasan
Bab II Bidang Permasalahan dilokasi, dalam bab ini kami menelaah satu persatu masalah berdasarkan kriterianya. Analisis permasalahan melalui survei dan lain – lain. Masalah yang kami teliti dilokasi KKN Desa Kerten yang pertama adalah bidang Pendidikan, Agama, Ekonomi, dan sosial budaya. Yang kedua yaitu sarana prasarana didesa, Produksi yang ada didesa, Kesehatan dan Kebersihan Lingkungan dan Administrasi Pemerintahan Desa.
Bab III Realisasi Kegiatan Mahasiswa KKN  dalam bab ini bahasan yang disajikan adalah tentang apa saja realisasi kegiatan mahasiswa  dilapangan atau dilokasi KKN diantaranya terbagi menjadi dua bagian yaitu kegiatan mandiri dan kegiatan kelompok. Kegiatan mandiri berisi tentang macam – macam kegiatan yang sesuai dengan bidang yang dikuasai mahasiswa, sedangkan Kegiatan Kelompok membahas tentang kegiatan yang dilakukan sesuai tema yang ditentukan oleh UPKKN.
Bab IV Penutup, berisi tentang kesimpulan dari keseluruhan pembahasan dari laporan, dan juga saran – saran baik untuk mahasiswa, kampus, masyarakat dan lain – lain.
Lampiran, lampiran menyediakan berbagai informasi yang bisa menguatkan pembahasan dalam laporan, baik dokumentasi, anggaran, dan lain sebagainnya.
















BAB II. BIDANG PERMASALAHAN DI LOKASI

A.    Pendidikan, Agama, Ekonomi, dan Sosial Budaya
Salah satu hal penting dalam pembangunan masyarakat adalah pendidikan. Sarana pendidikan di Desa Kerten tersedia cukup memadai. Terdapat dua buah sekolah dasar negeri, yakni SDN I Kerten dan SDN Kanisius yang dikelola Swasta,. Disamping itu, masih terdapat beberapa PAUD dan TK yang dikelola Pemerintah.. Keberadaan sekolah – sekolah di Desa Kerten tidak terlepas dari peran tokoh setempat, yang memiliki perhatian besar terhadap kemajuan pendidikan di desanya.
Partisipasi sekolah masyarakat Desa Kerten bervariasi di setiap wilayah. Partisipasi sekolah tertinggi terdapat di wilayah RW 09. Ada dibeberapa wilayah diDesa Kerten, lebih banyak anak yang memilih bekerja daripada melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Sementara itu, di wilayah Gunung Mungkal yang letaknya paling dekat dengan Gunung Kidul dan relatif jauh dari “kota” jauh sekali dengan pusat pendidikan. Padahal, anak – anak di sana memiliki semangat bersekolah yang tinggi. Secara umum, boleh dikatakan bahwa angka partisipasi sekolah di Desa Kerten cukup.
Agama yang dianut oleh masyarakat Desa Kerten adalah Islam dan Kristen. Mereka. Masjid dan musala banyak ditemukan di setiap RW. Itu berarti, sarana ibadah tersedia cukup memadai. Aktivitas keagamaan seperti pengajian masih rutin dilaksanakan, salah satunya pengajian selepas salat Subuh dan salat Jum’at. Serta Gereja juga mudah ditemukan meskipun terletak diluar desa Kerten
Ritus – ritus keagamaan masih sering dilakukan, terutama untuk memperingati kelahiran, pernikahan, khitanan, dan kematian. Dalam praktiknya, ritus – ritus tersebut tidaklah murni berasal dari ajaran agama, melainkan suatu bentuk sinkretisme antara unsur agama dengan unsur budaya. Kerap kali unsur yang dominan lebih bersifat adati, bukan agamawi. Ritus – ritus yang masih terpelihara dengan baik diantaranya, akikahan, prosesi akad nikah, khitanan, dan tahlilan.
Desa Kerten terletak di kaki pegunungan gunung Kidul dan Sleman Jogjakarta. Hal itu menyebabkan Desa Kerten memiliki suhu udara yang lumayan sejuk akan tetapi tidak memiliki tanah yang subur. Meskipun begitu mata pencaharian utama adalah petni tidak heran jika kegiatan ekonomi sebagian besar masyarakatnya bergerak di bidang pertanian, terutama hortikultura. Lahan pertanian terhampar luas. Sajian pemandangan hijau nan menyejukkan dengan mudah dapat kita temukan di setiap sudut desa.
Pada umumnya, petani di Desa Kerten bergerak secara personal. Hanya sebagian kecil saja petani yang memiliki kelompok. Mereka menanam tanaman hortikultura dengan komoditas utama berupa kentang, sawi, Kangkung, cabai, labu siam, kol. Hasil pertanian tersebut didistribusikan ke Pasar Induk diklaten dan Jogjakarta. Adapula yang menjual hasil pertanian mereka melalui pialang. Sementara itu, kelompok tani yang ada di Desa Kerten diantaranya adalah Makmur Widodo.
Mata pencaharian terbesar kedua adalah peternak, yakni ternak sapi. Sapi yang diternakan merupakan sapi pedaging, yang dimanfaatkan dagingnya. Selain pertanian dan perternakan, sebagian kecil masyarakat ada pula yang bergerak di bidang usaha lain, seperti perdagangan, jasa, dan pegawai negeri sipil. Usaha perdagangan diantaranya adalah warung/toko/grosir, rumah makan, industri rumah tangga, distributor gas, jual beli beras dan sayur mayur, serta pedagang makanan atau barang keliling. Usaha dalam bidang jasa diantaranya perbengkelan, tukang rias dan dekorasi, tukang cukur, tukang pijat, angkutan, dll.
 Hampir seratus persen penduduk Desa Kerten adalah suku Jawa. Mereka menggunakan bahasa Jawa dalam percakapan sehari – hari. Bahasa Jawa yang digunakan adalah bahasa Jawa Keraton, yang memiliki ciri kelembutan dalam tutur katanya serta kekhasan dalam cengkoknya. Hanya sebagian kecil saja masyarakat non-Jawa, mereka adalah pendatang yang berasal dari suku Minang dan Jawa. Mereka menggunakan bahasa ibu mereka dalam percakapan dengan sesama sukunya. Akan tetapi, pendatang yang telah lama berasimilasi dengan penduduk setempat umumnya bisa berbahasa Jawa.
Identitas keJawen masyarakat Desa Kerten masih terjaga dengan baik. Selain tercermin dari penggunaa bahasa Jawa sebagai bahasa percakapan, identitas lainnya ditunjukkan melalui adat istiadat dan kesenian yang ditampilkan masyarakat.  Ritus – ritus adati, misalnya terlihat dalam upacara pernikahan dan lain sebagainya. Keramah tamahan yang menjadi ciri khas suku Jawa pun terlihat dalam keseharian masyarakat Desa Kerten. Adapun dalam kesenian, masih sering ditampilkan kesenian – kesenian khas Jawa, seperti dalam acara pernikahan, penyambutan tamu, maupun acara – acara seremonial lainnya. Salah satu kesenian yang masih sering ditampilkan adalah Kerawitan dan Wayang Kulit.
Ikatan kekeluargaan antarmasyarakat masih sangat kental. Berbeda dengan kondisi yang ada di kota, di mana masyarakat cenderung lebih individualis. Ikatan kekeluargaan itu terjaga berkat masyarakatnya yang homogen, di mana mata pencaharian masyarakat umumnya adalah petani. Sehingga gotong royong terjaga di setiap aktivitas mereka, baik di lingkungan kerja maupun di lingkungan rumah. Masyarakat saling mengenal satu sama lain, sehingga jika terjadi sesuatu pada salah satu masyarakat, semua akan mengetahuinya. Jika timbul suatu masalah, mereka menyelesaikannya secara kekeluargaan, tidak langsung berurusan dengan polisi.

B.     Prasarana dan Sarana
1.      Tempat Ibadah, Mushola disetiap RT yang berjumlah ±20 dan  satu masjid Induk
2.      Posyandu disetiap RW yang berjumlah 9
3.      Sarana transfortasi ada lima buah.
4.      Sarana Olahraga ada satu jenis dan berjumlah tiga buah, berupa lapangan terbuka dan digunakan sebagai lapangan olahraga serba guna
5.      Satu Puskesmas Pembantu
6.      Pendidikan , terdapat 2 SD yaitu SD Negeri 1 kerten yang berada di dukuh Kerten 19 dan SD Swasta Kanisius, satu Taman Kanak – kanak dan satu PAUD berada di dukuh kerten.

C.     Produksi
Produksi
Berdasarkan hasil survei lokasi yang dilakukan mahasiswa KKN dan wawancara dengan beberapa warga bahwa di Desa Kerten memiliki produksi sebagai berikut:
Ø Sayuran yang dihasilkan setiap bulan meliputi bayam, kangkung, lembayung, sawi, keningkir, dan kemangi.
Ø Padi yang dihasilkan setiap musim hujan.
Ø Jagung yang dihasilkan setiap musim hujan.
Ø Tembakau yang dihasilkan setiap musim kemarau.
Ø Industri rumah tangga tempe kedelai terletak di Dukuh Ngandhong.
Ø Pabrik tahu terletak di Dukuh Kerten.
Dari beberapa produksi yang dikembangkan warga di Desa Kerten ada beberapa masalah dalam bidang produksi pertanian yaitu penyediaan pupuk bersubsidi yang terhambat sehingga hasil produksi kurang maksimal.
D.    Kesehatan dan Kebersihan Lingkungan
Berdasarkan pengamatan di lapangan dan wawancara dengan Bidan Desa Kerten, masalah kesehatan  dan kebersihan lingkungan Desa Kerten antara lain banyak lansia yang berstatus gizi kurang karena kurangnya asupan makanan bergizi; masalah geriatri (hipertensi, kolesterol, asam urat); muntaber karena sanitasi dan hygiene yang kurang baik; kebersihan lingkungan yang kurang baik karena masih banyaknya sampah yang dibuang sembarangan; sistem aliran air yang kurang baik sehingga air limbah rumah tangga mengalir ke jalan sehingga bisa membahayakan pengguna jalan; dan pendirian kandang ternak yang terlalu dekat dengan rumah.
E.     Administrasi dan Pemerintahan Desa
a.       Sistem Administrasi dan Pemerintahan di Desa Kerten
Kepala Desa yang dijabat oleh Bapak Sarta adalah sebagai pimpinan tertinggi di desa Kerten bertugas memimpin dan menjalankan tugas-tugsnya tetapi untuk membantu kepala desa dalam menjalankan hak, wewenang, dan kewajiban selaku pimpinan pemerintahan desa, maka dibentuklah Sekretariat Desa selaku unsur staf, dikepalai sekretaris desa yang membawahi kepala-kepala urusan seperti:
1.) Kepala Urusan Keuangan. Ada sedikit masalah dalam sistem urusan keuangan didesa Kerten karena tidak ada yang menjabat sebagai KaUr tersebut maka dari itu ini adalah sebuah masalah yang harus diselesaikan.
2.) Kepala Urusan Pemerintahan yang di jabat oleh Bapak Marlan.
3.) Kepala Urusan Pembangunan yang dijabat oleh Wagiman.
4.) Kepala Urusan Umum yang dijabat oleh Bapak Tukijan.
Selain itu ada juga perangkat – perangkat desa sebagai pembantu sistem pemerintahan diantaranya BPD, Ketua RW dan Ketua RT.
Apabila kepala desa berhalangan maka sekretaris desa menjalankan tugas dan wewenang sehari-hari kepala desa. Sistem administrasi masyarakat di tingkat desa di Indonesia sudah memiliki tata struktur yang baik dari mulai adanya kepala desa sampai staf-staf pembantu kepala desa. Hampir di seluruh desa dalam wilayah Indonesia menerapkan sistem pemerintahan desa yang sama antara wilayah yang satu dengan wilayah yang lain, dan antara desa yang satu dengan desa yang lain, sehingga tatanan pemerintahan di tingkat desa bisa berjalan dengan baik dan tersistem.
Sumber keuangan desa Kerten tidak hanya didapat dari iuran warga desa setempat melainkan sumber keuangan desa juga mendapat sumbangan dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), dana perimbangan, dana hibah, bantuan keuangan dari pemerintah, dan lain-lain.






















BAB III. REALISASI  KEGIATAN MAHASISWA KKN

A.    Kegiatan Mandiri
a.      Bidang Kerohanian (TPA)
1.      Bidang Kerohanian (TPA)
TPA (Tempat Pendidikan Al-Quran) merupakan kegiatan kerohanian yang ada di Desa Kerten. TPA di Desa Kerten biasanya hanya aktif pada bulan Romadhon. Setelah bulan Romadhon berakhir, TPA libur. Tetapi TPA di masjid induk tetap dilaksanakan hanya pada hari Sabtu. Kami ikut serta dalam kegiatan ini serta membantu mengambil bagian seperti membantu menyimak bacaan santri – santri TPA, membetulkan bacaan – bacaannya, mengisi materi tentang aqidah, surat – surat pendek, tajwid, dan mengisi permainan. Di Desa Kerten, kami membantu di dua tempat, yaitu di mushola Al-Mukharomah dan di masjid induk. Kegiatan TPA di dua tempat tersebut dimulai pada pukul 4 sore dan berakhir ketika adzan Magrhib dikumandangkan. Jadi mahasiswa KKN dibagi menjadi dua kelompok untuk berpencar ke dua tempat TPA tersebut. Selama bulan Romadhon kegiatan TPA dilaksanakan selama 6 hari dalam seminggu. Pada hari Ahad, TPA diliburkan.
2.      Maksud, tujuan, dan sasaran
Kegiatan TPA ini dimaksudkan untuk meningkatkan pendidikan agama Islam di Desa Kerten, menambah ilmu agama, dan menumbuhkan semangat kepada anak – anak Desa Kerten untuk mencintai agama Islam. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh anak - anak dukuh Tenggil dan dukuh Kerten.
3.      Hasil Pencapaian dan Tindak Lanjut
Kegiatan TPA diikuti anak – anak Desa Kerten dengan penuh semangat dan antusias anak – anak terlihat ketika mereka datang ke mushola dan masjid sebelum pukul 4 sore. Kegiatan TPA ini diharapkan dapat berjalan secara rutin, tidak hanya pada bulan Romadhon saja, tetapi juga pada bulan – bulan berikutnya.
4.      Faktor Pendukung dan Penghambat
Kegiatan ini didukung sepenuhnya oleh masyarakat, terlebih didukung oleh orang tua dari santri – santri TPA. Kendala yang dihadapi antara lain kurangnya pengajar TPA, sedangkan santri – santri TPA jumlahnya sangat banyak, sehingga kurang terkoordinir dengan baik.
b.      Kunjungan Kelompok Ternak
1.      Peternakan
2.      Maksud, tujuan, dan sasaran
Maksud dari kegiatan ini adalah ikut serta dalam kegiatan masyarakat kelompok ternak
Baca selengkapnya »

Label: